Skip to main content

Cara Menonaktifkan Peserta BPJS yang Meninggal Dunia



Cara Menonaktifkan Peserta BPJS yang Meninggal Dunia. BPJS oh BPJS kayanya ga henti – hentinya jadi bahan pembicaraan baik itu kalangan ibu – ibu sama tetangga, sesama pedagang di pasar ataupun antar karyawan di tempat kerja. Terlebih sekarang semua instansi baik pemerintah, swasta juga BUMN di haruskan menjadi peserta jaminaan kesehatan ini. Begitu juga dengan penyedia pelayanan kesehatan diharuskan menerima peserta BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari awal keberadaanya memang sudah menarik perhatian masyarakat, gimana tidak BPJS ini seakan menjadi penolong bagi masyarakat khususnya yang menengah ke bawah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bagi yang tidak memiliki asuransi kesehatan. BPJS dengan system subsidi silang dari masyarakat mampu untuk yang kurang mampu seolah menjadi jemabatan untuk masyarakat yang selama ini terkendala keuangan untuk mendapatkan pelayaan kesehatan. 

Kantor – kantor pusat BPJS rasanya tidak pernah sepi dari antrian masyarakat. Saya masih ingat dulu waktu dimulainya BPJS antrian panjang sekali tiap harinya. Dan untuk mendapatkan nomor antrian saja itu harus datang dari shubuh. Dikira saya sekarang karena BPJS sudah lama antrian ga akan panjang kaya kereta api, eh ternyata tetap saja panjang. Entah itu yang daftar baru, yang mengurus kepesertaanya karena bermasalah dan lain – lain. 




Keluarga besar saya baik itu dari pihak suami maupun dari pihak saya, sudah saya anjurkan untuk menjadi peserta BPJS bagi yang belum memiliki. Termasuk orangtua saya dan mertua. Dan beberapa waktu yang lalu Bapak mertua saya meninggal dunia. Saya sudah menyarankan suami untuk mengurus kepesertaan BPJS punya mertua ke kantor pusat BPJS. Mungkin karena suami belum ada waktu dan juga malas antrinya jadinya belum di urus – urus. Terus saya dulu pernah mendapat info kalau iuran paserta tidak di bayar selama 3 bulan berturut – turut otomatis peserta akan hangus. Dan awalnya kita juga berpikir seperti itu, jadinya punya Bapak yang sudah meninggal tidak kami bayar iurannya. Jadi kami hanya membayar iuran punya ibu saja. Saya juga lupa menanyakan ke BPJS di tempat saya kerja padahal ada perwakilan BPJS disana :)

Kalau dulu rekening untuk pembayaran BPJS itu masing – masing untuk setiap peserta, sejak beberapa waktu yang lalu jadi hanya satu rekening untuk seluruh peserta dalam satu keluarga.  Dan saat suami mau membayar iuran BPJS untuk Ibu mertua, yang muncul itu adalah jumlah total iuran keseluruhan dengan punya Bapak mertua yang sudah meninggal. Ya pastinya suami kaget karena waktu itu suami belum tau kalau sekarang pembayaran BPJS satu rekening untuk semua peserta. Dari situlah kami mulai mengurusnya ke BPJS ya secara jumlahnya lumayan juga kalau harus dibayarkan. Karena Bapak mertua udah lumayan lama juga meninggalnya. Ya mau ga mau suami harus antri lagi di loket eh antri lagi di BPJS :)

Oia sebelum ke kantor BPJS kami cari tahu dulu tuh persayaratan mengurus BPJS untuk yang udah meninggal. Ya biar ga bolak – balik ke kantor BPJS jadi pas kesana persyaratan udah dibawa lengkap. Nah berdasarkan peraturan BPJS No.1 tahun 2015 pasal 10 bahwa peserta BPJS yang bukan penerima upah dan peserta bukan pekerja, wajib melaporkan kepada BPJS Kesehatan setiap terjadi perubahan data peserta atau angggota keluarganya paling lambat 7 hari kerja sejak terjadinya perubahan. Dan bagi peserta yang sudah meninggal harap segera dilaporkan ke kantor BPJS Kesehatan agar dilakukan proses penonaktifan. Dan  persayaratan yang harus dibawa saat melaporkan peserta BPJS yang  telah meninggal dunia adalah kartu peserta BPJS Kesehatan dan surat kematian. Hanya itu yang harus dibawa saat ke kantor BPJS. 

Setelah semua selesai akhirnya kami juga tidak perlu membayar tunggakan BPJS atas nama bapak mertua yang sudah meninggal. Pengalaman banget neh buat saya, nah jadi kita sebaiknya jangan pernah menyepelekan urusan pembayaran ataupun keuangan ya. Kalau di urus dengan sesuai jalur dan aturannya segala sesuatu juga tidak ada yang susah. Mematuhi semua aturan itu lebih mudah dan lebih bermanfaat tentunya. Semoga bermanfaat.
post signature

Comments

Popular posts from this blog

Liburan Sambil Silaturahmi

Saat paling ceria buat anak – anak ya pastinya saat liburan ya ga? Pastinya semua anak senang kalau saatnya liburan tiba. Inget jaman saya dulu masih sekolah seneng banget kalau liburan ya begitu juga dengan anak – anak saya ga jauh beda pastinya. Saya selalu mengambil cuti saat mau liburan. Jadi bisa leluasa ngatur waktunya. Kasian anak – anak kan kalau mereka liburan eh saya malah kerja ga seru kan kalau begitu. 

Biar mereka senang dan ceria saya selalu menawarkan pada anak – anak mau liburan kemana. Tapi saya ga kasih pilihan banyak juga seh ya antara ke rumah kakek dan neneknya atau cukup di Bandung paling jalan – kalan ke tempat main yang ada di sekitar Bandung. Biar mereka menikmati masa liburannya. Mereka juga kan perlu refreshing. Hal yang wajar pastinya soalnya sehari – hari mereka sekolah dan belajar. Terlebih mereka baru saja mengikuti ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester. Makanya saat liburan adalah saat yang ditunggu – tunggu. Banyak cara yang bisa dilakukan …

Tips Mencari Busana Muslim Karya Zaskia Sungkar di Internet

Thrombophob Gel untuk Luka Memar

Pastinya semua juga ga mau yang namanya jatuh, cedera ataupun terbentur. Terus kalau jatuh cinta gimana kakak? Ah itu seh lain hal ya, sah – sah ajah seh ya kalau buat yang masih single mah hehe. Nah kalau jatuh beneran gimana neh atau terbentur? Ya pastinya harus segera diobati ya. Ya iya masa didiemin ajah. Dibawa ke tempat pelayanan kesehatan itu merupakan hal yang tepat. Tapi kadang kalau cuma jatuh sebatas terbentur tidak ada luka parah ya kalau masih bisa diobati dirumah ya segera obati di rumah. Inilah pentingnya menyediakan P3K di rumah. Terutama bagi yang punya anak – anak terlebih mereka yang masih belajar berjalan atau masih balita biasanya rentan terjatuh ya.