Skip to main content

Multiple Sclerosis



Mall identik dengan tempat belanja dan hiburan, kalaupun ada event biasanya ya seputar hiburan juga. Terus apa jadinya kalau talkshow seputar kesehatan tentang salah satu penyakit pula, diadakan di sebuah mall, tidak tanggung - tanggung mall besar lagi yang ada dikota Bandung. Sebuah acara yang keren dan menarik jarang - jarang kan, apa lagi ada band pengiring. Penasaran seperti apa dan apa yang menjadi topik bahasannya? Jangan pindahkan chanel :) 

Memahami penyakit, kelainan dan gangguan saraf merupakan hal yang tidak mudah. Selain bisa dikatakan cukup sulit, juga ada beberapa penyakit syaraf yang terbilang masih jarang ditemukan khususnya di Indonesia. Salah satunya adalah Multiple Sclerosis yang lebih dikenal dengan MS. Tidak banyak yang mengetahui apa itu Multiple Sclerosis hal ini karena MS ini jarang ada kasusnya. Dalam rangka peringatan hari Multiple Sklerosis Sedunia 2015 (WorldMSDay 27 May 2015), Multiple Sklerosis Indonesia mengadakan Talkshow yang bertempat di Lantai 3 (Depan Empire XXI) Bandung Indah Plaza, Jl. Merdeka 56 Bandung. Biar lebih faham yuk kita intip apa MS itu. 



Apakah Multiple Sclerosis itu ?
Multiple Sclerosis adalah salah satu penyakit saraf yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan saraf lainnya yang disebabkan oleh gangguan pada system kekebalan tubuh dari penderitanya. MS merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. Jadi system imun yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai kuman penyakit, ini justru menyerang selubung saraf atau myelin. Myelin ini akan mengalami kerusakan sehingga tubuh tidak dapat menghantarkan impuls saraf. MS bukanlah merupakan penyakit keturunan atau genetic, namun walaupun bukan genetic ada kemungkinan factor – factor genetic membuat beberapa orang tertentu lebih rentan menderita MS. Dan diduga bahwa MS ini berhubungan dengan infeksi virus sebelunya. Namun walaupun begitu MS bukanlah penyakit yang menular. 

Lalu apa penyebab MS ini?
Tidaklah heran jika kita bertanya apa penyebab dari suatu penyakit, karena hal ini akan menjadi perhatian bagi kita jika itu bisa dilakukan pencegahan. Lalu apa penyebab MS ini? Penyebabnya hingga sekarang belum diketahui secara pasti begitu juga dengan obatnya sendiri secara medis belum ditemukan.  

Bagaimana seseorang bisa dikatakan Multiple Sclerosis?
Gejala MS ini menyerupai penyakit saraf lainnya. Ketika seseorang diduga menderita MS maka dokter spesialis saraf akan melakukan pemeriksaan diantaranya :
  1. Menanyakan mengenai gejalanya dan juga kapan mulai terjadi
  2. Memeriksa fungsi saraf diantaranya : bagaimana ketika berjalan, kekuatan otot, reflex, dan juga kepekaan terhadap sentuhan.
  3. Memeriksa mata, hal ini untuk mencari tanda – tanda kelainan penglihatan, kelainan penglihatan, kelainan permukaan belakang dari mata, kelainan respons pupil dan juga perubahan dalam gerakan bola mata. 
  4. Dilakukan pemerikasaan MRI (Magnetik Resonansi) daari otak dan juga MRI untuk saraf – saraf tulang belakang untuk mencari kerusakan saraf akibat MS. 
  5. Melakukan pemerikasaan cairan otak atau pungsi lumbal, untuk mencari apakah terdapat kelainan dari aktivitas daya tahan pada cairan otak. 
  6. Pemeriksaan darah untuk mencari penyebab lain.

Siapa yang bisa terkena Multiple Sclerosis?
MS umumnya terjadi pasa usia yang relative muda atau dewasa muda. Usia penderita MS rata – rata terjadi pada usia sekitar 30 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita.

Bagaimana gejala Multiple Sclerosis?
Adapun gejala dari Multiple Sclerosis itu diantaranya :
-          Fatique atau rasa lelah yang berlebihan
-          Penglihatan yang membayang
-          Pusing
-          Kesulitan berbicara
-          Sensitive terhadap cahaya matahari atau panas
-          Kesemutan
-          Jalan tidak stabil sampai kelumpuhan

Multiple Sclerosis dapat diklasifikasikan menjadi : 
  • MS relaps – remisi
Relaps – remisi berarti datang dan pergi, pada fase ini penderita cenderung merasa normal bahkan kondisinya seperti sebelum terkena MS. Dimana terjadi kekambuhan yang berulang kali yang tidak terduga dan dalam waktu yang bervariasi bisa dalam hitungan hari atau bulan. Gejala pada umumnya memberat dalam hitungan hari sampai minggu dan kemudian akan menghilang atau disebut juga remisi. Pada kondisi ini penderita bisa sembuh secara sebagian atau bisa juga sembuh secara total.  
  •  MS sekunder – progresif
Jika pada fase relaps remisi tidak ada perbaikan maka seiring dengan berjalannya waktu kondisi berkembang menjadi MS sekunder progresif. Dan dalam perjalanan penyakitnya ada bentuk perkembangan lebih lanjut dan mengarah pada ketidakmampuan yang bersifat progresif. MS sekunder progresif ini dimana gejala secara perlahan memburuk, tanpa remisi dan serangan masih dapat terjadi. 
  • MS primer – sekunder
MS primer sekunder terjadi kondisi perburkan pada penderita yang terus berlanjut hingga berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. Gejala secara bertahap dan progresif terus memburuk semenjak serangan pertama. Pada fase ini tidak ada relaps dan juga tidak ada kemungkinan pulih yang secara nyata bisa diamati. Sekitar 10 sampai dengan 15 persen penderita MS primer sekunder ini. 


Bagaimana dengan pengobatannya?
Obat – obat yang ada saat ini sifatnya hanya berfungsi untuk menghilangkan gejala dan untuk menjaga agar tidak sering kambuh dan kondisi semakin parah. Namun saat ini sudah banyak pengobatan yang tersedia untuk membantu penderita MS ini. Obat- obatan ini untuk memodifikasi penyakit, dimana bekerja untuk memperlambat perjalanan penyakit dan mengurangi jumlah serangan. Sedangkan  obat lainnya, untuk keletihan, kekakuan, menghilangkan rasa nyeri, untuk gangguan pada kandung kemih, gangguan suasana perasaan  dan juga untuk saluran pencernaan. 

Penderita hendaknya berdiskusi dengan dokter spesialis syaraf untuk pilihan obat yang terbaik yang akan diberikan untuk mengurangi kemungkinan – kemungkinan mengalami relaps dan kondisi menjadi lebih buruk. Jangan sungkan untuk bertanya tentang kondisi yang terjadi. Jika diperlukan buatlah catatan kecil apa yang hendak ditanyakan pada dokter pada saat pemerikasan dan konsultasi. 

Itulah seputar Multiple Sclerosis yang saya ketahui, untuk bahasan mengenai bagaimana jika harus hidup dengan MS akan dibahas secara terpisah. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya meskipun itu sifatnya hanya mengurangi gejala. Berusaha untuk mengobatinya dan selalu berdoa serta tetap menjaga kesehatan adalah hal yang utama. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Liburan Sambil Silaturahmi

Saat paling ceria buat anak – anak ya pastinya saat liburan ya ga? Pastinya semua anak senang kalau saatnya liburan tiba. Inget jaman saya dulu masih sekolah seneng banget kalau liburan ya begitu juga dengan anak – anak saya ga jauh beda pastinya. Saya selalu mengambil cuti saat mau liburan. Jadi bisa leluasa ngatur waktunya. Kasian anak – anak kan kalau mereka liburan eh saya malah kerja ga seru kan kalau begitu. 

Biar mereka senang dan ceria saya selalu menawarkan pada anak – anak mau liburan kemana. Tapi saya ga kasih pilihan banyak juga seh ya antara ke rumah kakek dan neneknya atau cukup di Bandung paling jalan – kalan ke tempat main yang ada di sekitar Bandung. Biar mereka menikmati masa liburannya. Mereka juga kan perlu refreshing. Hal yang wajar pastinya soalnya sehari – hari mereka sekolah dan belajar. Terlebih mereka baru saja mengikuti ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester. Makanya saat liburan adalah saat yang ditunggu – tunggu. Banyak cara yang bisa dilakukan …

Tips Mencari Busana Muslim Karya Zaskia Sungkar di Internet

Thrombophob Gel untuk Luka Memar

Pastinya semua juga ga mau yang namanya jatuh, cedera ataupun terbentur. Terus kalau jatuh cinta gimana kakak? Ah itu seh lain hal ya, sah – sah ajah seh ya kalau buat yang masih single mah hehe. Nah kalau jatuh beneran gimana neh atau terbentur? Ya pastinya harus segera diobati ya. Ya iya masa didiemin ajah. Dibawa ke tempat pelayanan kesehatan itu merupakan hal yang tepat. Tapi kadang kalau cuma jatuh sebatas terbentur tidak ada luka parah ya kalau masih bisa diobati dirumah ya segera obati di rumah. Inilah pentingnya menyediakan P3K di rumah. Terutama bagi yang punya anak – anak terlebih mereka yang masih belajar berjalan atau masih balita biasanya rentan terjatuh ya.